Terkait Proyek Parapet Sungai Cilopadang Direktorat PSDA Tuding PPK BBWS Citanduy Salah Membuat Kebijakan

Jakarta, Global Post
Direktorat PSDA menilai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar wilayah  Sungai ( BBWS) Citanduy, Komet, salah dalam mengambil kebijakan atas pembangunan Parapet di Sungai Cilopadang, Desa Mulyadadi, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Penilaian tersebut langsung diutarakan secara eksklusif oleh Kasubdit Dirjen PSDA Tri Bayu Aji kepada Global Post, di kantor Direktorat PSDA, Jakarta, Senin (4/10) pekan lalu.
“Fungsi parapet yang dibangun tidak ada manfaatnya, karena tetap saja tanggul akan terkikis jika ada banjir, padahal fungsi parapet harusnya sebagai penahan pengikisan tanggul jika banjir datang,” ujar Tri Bayu Aji.
Secara tegas Tri Bayu Aji mengungkapkan bahwa, dirinya melihat langsung bahwa pelaksanaan pembangunan Parapet yang posisinya ada di sebelah timur tanggul adalah sebuah kebijakan yang salah. Dia mengetahui hal itu, setelah secara diam-diam survey ke Proyek Parapet Cilopadang.
Dari pernyataan Tri Bayu Aji, terbukti sudah bahwa anggaran negara yang nilainya milliaran, tidak mendatangkan manfaat bagi rakyat, malah hanya menghambur hamburkan uang negara tanpa menyentuh azas manfaat sedikitpun. Yang ada hanyalah menambah tebal dompet kontraktor dan oknum BBWS, yang diduga ada main mata dengan kontraktor pemenang tender.
Bahkan kuat dugaan bahwa oknum BBWS  yang sekaligus PPK nya  juga ikut melaksanakan pekerjaan tersebut. Dan jika dilihat di lapangan dari sebagian besar pekerjanya berasal dari warga Jawa barat. Hal ini diperkuat dengan munculnya nama Wito yang menurut informasi  adalah orangnya Komet, tapi diposisikan sebagai mandor lapangan bersama Parman. Sementara H. Ayub
sebagai direktur pemenang tender tidak mengenal nama Wito dalam strukturalnya.
Bahkan nama Wito hingga kini raib entah kemana, padahal team investigasi media Jakarta sedang mencari untuk dicari keterangannya, atas usaha yang dilakukannya dalam upaya mencoba negosiasi dengan team agar temuan team tidak diekspose ke media.
Untuk itu, team investigasi meminta kepada Kepala Balai Besar Citanduy mengusut tuntas atas dugaan permainan yang dilakukan oleh PPK, yakni Komet dan crewnya agar diambil tindakan tegas  jika memang dugaan tersebut terbukti. Hal ini penting untuk menyelamatkan keuangan negara sia sia serta memperburuk citra  BBWS Citanduy .
Upaya pengusutan ini juga perlu untuk ditindak lanjuti bukan hanya oleh Kepala BBWS saja, melainkan juga pihak Dirjen Pengairan, Kementrian PU dan juga BPK serta KPK dan Kejagung  agar tuntas dan bersih, semua pelaksanaan proyek di wilayah Cilacap dari oknum Koruptor.
Lebih lanjut Tri Bayu Aji  juga mengatakan, bahwa jika obyek proyeknya ada di wilayah Cilacap, sebaiknya ya melibatkan rekanan kontraktor Cilacap, jangan yang dari luar wilayah. Menurutnya, rekanan kontraktor Cilacap juga banyak yang mampu untuk
melaksanakan pekerjaan tersebut. Kenapa harus dari luar Cilacap yang melaksanakan.
Apalagi dalam faktanya, sebagai pemenang dan pelaksana dari Kebumen dan Bandung. Hal ini menambah keyakinan dan kebenaran atas informasi dari sumber yang layak dipercaya, bahwa proyek-proyek tersebut dilakukan dengan tertutup agar memudahkan ploting rencana yang sudah disetting untuk bagi-bagi rejeki bagi orang dekatnya PPK.
Dan, yang lebih membuat merinding bulu kuduk adalah proyek-proyek yang berasal dari BBWS Citanduy, biasanya menggunakan sistem nego antara PPK dengan rekanan kontraktor, terutama dalam menentukan besaran nilai proyek. Informasi ini juga berasal dari nara sumber yang layak dipercaya meski tidak mau ditulis namanya.
Sebagai tambahan informasi bahwa pembangunan Parapet Sungai Cilopadang, Kepala Desa Mulyadadi pernah menyatakan bahwa ia sebagai Kades tidak pernah mengajukan proposal untuk proyek tersebut ke PSDA. “Tapi mengapa proyek tersebut ada dan darimana ajuan proyek tersebut,” katanya. Oalah gimana Pak Komet dan teman-teman di BBWS Cintanduy, masa kerja begitiu aja salah, kapan benarnya dong Pak? (Rietz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s