Rencana Kedatangan Greenspeace Di Pelabuhan Cirebon Ditolak GMBI

Kab Cirebon, Global Post

Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Cirebon, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cirebon guna menolak kedatangan Kapal “Rainbow Warrior” milik Greenpeace pada tanggal 18-19 Oktober 2010, yang akan bersandar di Pelabuhan Cirebon, Senin pekan lalu. Sebelum massa tiba di Gedung lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ratusan aparat polisi beserta Satuan POL PP sudah melakukan penjagaan ketat baik di depan gedung Pemkab maupun di depan Kantor DPRD. Massa yang tergabung dalam GMBI dan ratusan warga masyarakat melakukan long mucrh mendatangi gedung Pemkab Cirebon

Sekitar pukul 10:00 Wib massa GMBI dengan mengendarai puluhan sepeda motor mendatangi gedung dewan. Dalam orasinya Ketua GMBI Agus Zaenudin mengatakan kedatangan kapal Greenpeace ke Cirebon menyelipkan agenda terselubung yang ditengarai akan merugikan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Cirebon.

Agus juga menambahkan bahwa Greenpeace akan melemahkan perekonomian, serta merendahkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Tidak lama berorasi massa GMBI diterima masuk ke dalam gedung DPRD.

Sementara itu aksi GMBI di tentang oleh sejumlah kelompok organisasi mahasiswa FMC,PMII dan sejumlah ormas-ormas lain mengecam sikap GMBI yang arogan, sebelum massa GMBI mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cirebon, massa GMBI terlebih dahulu mendatangi Keraton Kanoman dan langsung diterima oleh Patih Kodiran dan Sekretasis Sultan Kanoman XII, Ratu Raja Arimbi serta warga keraton di pendopo.

Kemudian mereka menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, mereka meminta pada pihak keraton kanoman harus hati-hati terhadap propa ganda terhadap Aktivis Greenspeace yang berencana mengunjungi keraton kanoman, dan kami minta agar pihak keraton tidak menerima kunjungan Aktivis Greenspeace “kata ketua GMBI.

Alasan penolakan ini, lanjut Agus, Greenpeace di duga kuat merupakan agen asing perusak nama baik bangsa indonesia, maka dari itu pihak keraton harus mewaspadai hal itu dan agen asing pun berupaya mengubah fungsi keaton yang seharusnya sebagai sentra budaya menjadi sentra agen kapitalis.”kata Agus. (Nasimin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s