Dokter Spesialis Salah Diagnosa

Doloksanggul, Global post

Untuk mendapatkan kebugaran dari berbagai penyakit masyarakat rela mengorbankan harta benda demi meraih kesembuhan, walaupun harus mengeluarkan duit yang banyak asal tepat pada kesembuhan. Akan tetapi, apabila pasien merasa dibodohi atau menjadi obyek bisnis seorang dokter akan merasa kecewa dan kepercayaan sirna selamanya.

Saut Simamora (25) dari Desa Sosorgonting Kec.Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, belum lama ini, mengalami kecelakaan jatuh dari mobil dan dibawa ke RSU Doloksanggul, untuk ditangani secara intensif. Namun, apes nian bagi pasien Saut, pada saat itu harus berhadapan dengan dr JS, satu satunya dr spesialis penyakit dalam di RSU Doloksanggul yang menagani.

Menurutnya, saat itu dari hasil diagnosa dr JS mengatakan pasien harus diobati secara intensif dan akan segera dioperasi sesuai hasil pemeriksaannya. Saat itu juga dr memberikan resep obat untuk persiapan operasi dengan mengarahkan pembelian obat ke Apotik Nusa (milik dr JS), dengan harga senilai 3.450.000.-. Selang beberapa waktu kemudian dr JS kembali mengeluarkan resep dengan sebelas item obat untuk dibeli ke Apotik Nusa.

Dengan keluarnya resep yang kedua ini jelas menimbulkan kecurigaan pihak keluarga,  sementara obat yang pertama dibeli belum dikomsumsi sudah muncul lagi resep baru. “Memang resep yang pertama pada akhirnya kami pulangkan ke apotek untuk biaya perobatan di Balige,”  tutur Saut kepada wartawan.

Paling parahnya lagi, dr JS menganjurkan agar menyiapkan donor darah bagi pasien sebanyak 100 cc. Pasien dikatakan mengalami anemia dan memerlukan penambahan darah. “Sekarang darah itu tersimpan di bank darah RS Balige,” tambah Saut menuturkan.

Melihat tingkah dari dr yang terkesan kurang propesional pihak keluargapun heran bercampur curiga melihat gelagat dr yang gampang mengeluarkan resep, yang menurut beberapa sumber bahwa dr satu ini (JS ) sering salah mendiagnosa penyakit dan bahkan pernah salah menangani pasien (baca operasi mata).

Pihak keluarga pasien mengambil inisiatif dengan membawa pasien berobat ke Rumah Sakit Balige, yang ditangani oleh dr Simanjuntak. Dari hasil diagnosa  dr Simanjuntak, ternyata pasien tidak perlu dioperasi dan tidak memerlukan penambahan darah. Terbukti, setelah dua hari di rawat di RS Balige, pasien sudah sehat dan dapat pulang ke rumah.

Kejadian sepertini (salah diagnosa) sering dialami pasien RSU Doloksanggul, apalagi bila ditangani dr JS dan istri yang juga berpropesi sebagai dr umum. Mereka berdua sepertinya memakai kesempatan dalam menangani pasien untuk memperkaya diri dengan modus resep bermacam-macam yang hanya ada di apotik miliknya dan tidak jarang bila mau melakukan operasi harus mempersiapkan duit cukup banyak baru dapat pertolongan medis dengan operasi bedah.

Rusaknya nama baik RSUD Doloksanggul dalam pandangan masyarakat semuanya disebabkan oleh para dokter dalam menangani pasien. Para dokter spesialis yang bertugas  terkesan hanya mementingkan uang dari pada menolong orang yang sudah sekarat sekalipun. Kejadian ini hendaknya menjadi perhatian penuh Bupati Humbahas agar memberikan tegoran pada dokter yang terkesan gila-gila kaya atau orang kaya baru mendadak di Humbahas. (Jona)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s