PSK Resos Sumberejo Kendal Menurun Drastis

Kendal, Global Post

Penderita HIV/AIDS terus meningkat. Zaekie Achmad dari Griya Asa adalah salah seorang aktivis yang bersatu dalam pencegahan HIV. Menurutnya, bila kita tidak meningkatkan pencegahan secara efektif, kita akan meningkatkan kesakitan dan meningkatkan gangguan sosial yang dapat terjadi bersamaan dengan HIV, bahkan meningkatkan angka kematian.

Karena itu, Tim Global Post pun sengaja memantau Pemukiman Resos, Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Diperoleh keterangan koordinator lapangan S Darno, setelah lebaran sebenarnya para penghuni Resos Sumberjo (PSK) banyak tidak kembali lagi. “Sebelum  Ramadhan atau menjelang Lebaran jumlah penghuni (PSK) sebanyak 338 orang dan setelah lebaran hingga saat ini dari data yang ada hanya 200 orang PSK,” ujarnya.

Artinya, kata Darno, dari jumlah yang dulu hingga sekarang turun drastis. Menurut dia, berdasarkan peraturan yang berlaku di lokasi itu, kalau ada di antara penghubi meninggalkan tempat (Resos) harus mengembalikan kartu pengenal penghuni Resos dan menyelesaikan administrasinya.

Menurut keterangan  Mucikari bahwa para PSK yang tidak kembali disebabkan beberapa hal. Pertama, mereka kembali ke masyarakat lalu menikah untuk berkeluarga.  Kedua, pindah beralih profisi sebagai karyawan pabrik, berwirausaha sendiri sesuai dengan pengalaman. Karena memang ada ketrampilan yang diperoleh dari dari kursus di Resos seperti menjahit, kecantikan (tata rias pengantin), membuat kue dan masih banyak lagi keterampilan-ketrampilan lain yang bisa dikembangkan di masyarakat sebagai usaha home industry.

Ketiga, tetap berprofesi sebagai PSK tapi pindah ke tempat lain, karena bosan atau jenuh. Maksudnya, ganti suasana baru atau tempat yang baru. ”Ketiga alasan tersebut menyebabkan berkurangnya penghuni resos Sumberejo ini,” tutur Darno.

Di singgung masalah kesehatan, Darno menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan selalu dilakukan dan dilaksanakan tiap hari Selasa dan Kamis, tetapi kalau untuk Tes VCT setiap hari Selasa pengurus Resos mengirim 10 orang ke RS Dr Suwondo Kendal. Cek VCT ini  juga  diwajibkan kepada para operator karaike. “ Selain PSK para operator karaoke pun harus skrening dan tes VCT,” jelas Darno.

Dijelaskan Darno, pengurus Resos merasa kesulitan untuk mengatur para PSK yang tidak berdomisili di lingkungan Resos. Artinya, para PSK itu kontrak/kos di luar Resos, tetapi bekerja di Resos, Mereka beralasan kalau di luar Resos tidak terikat waktu dan kalau menerima tamu tidak mengisi buku tamu dan persaratan lain.

Namun, kata Darno, hal itu tidak mengurangi kemungkinan bagi para PSK yang bukan penghuni /berdomisili di Resos Sumberejo, apa bila terjadi sesuatu  yang tidak diinginkan seperti keributan, kecelakaan yang menimpanya, pengurus tidak akan bertanggung jawab dan campur tangan, tambah Darno. (YF/Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s