Bimtek Kehumasan & Kewartawanan Sukses

Gunungsitoli, Global Post

Kegiatan Bimtek telah dilaksanakan dalam rangka peningkatan kinerja humas pemerintah  dan peningkatan kapasitas kewartawanan sebagai mitra kerja pemerintah menuju kinerja profesional,  di Kabupaten Nias, Jumat (12/11) lalu. Acara itu dihadiri seluruh utusan dari SKPD-SKPD  Pemerintah Kabupaten NIAS, utusan staf dari Camat, kepala-kepala biro wartawan/diwakili  satu personil.

Ketua Tim pelaksana, Samson P Zai SH MH, yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Nias—sesuai arahan dan bimbingan Bupati Nias Binahati B Baeha SH, mengucapkan rasa syukur dengan terlaksananya acara Bimtek tersebut.
Menurut  Samson SKPD Pemerintah Kabupaten Nias perlu mengetahui akan pentingnya  peranan pers dan peranan humas. “Kiranya pers semakin berkualitas sesuai dengan fungsi pers untuk menyajikan informasi kepada masyarakat luas (publik), sedangkan pengelolaan informasi dan dokumentasi pemerintah daerah berdasarkan Permendagri No.35 Tahun 2010 disesuaikan dengan dasar hukum, dimana keterbukaan informasi publik diatur dalam UU No.14 tahun 2008,” ujarnya.
Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumatra Utara Drs. Muhammad Syahrir, mengatakan bahwa dibandingkan dengan masa Orde Lama dan Orde Baru, di Era Reformasi ini pers sudah mengontrol pemerintah dan  pemerintah tidak berwenang mengintervensi penyelenggaraan pers.
“Pers di Indonesia mulai terjamin dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999, di dalamnya disebutkan bahwa  Kemerdekaan Pers merupakan salah satu kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 harus dijamin,” ujarnya.
Mengenai peranan pers dan kode etik jurnalistik disampaikan oleh Wakil Pemred Waspada  Drs Sofyan Harahap. Dia menekankan tentang empat pelanggaran  meliputi:  menerima suap (pasal 6), membocorkan narasumber (pasal 7), membuat berita bohong, fitnah (pasal 4), plagiat (pasal 2).
Sedangkan peningkatan profesionalisme  dan kinerja humas pemerintahan dalam pengelolaan informasi disampaikan Drs Fanolo Hulu M.Si  dari Pemerintah Kabupaten Nias.  Menurut Fanolo, humas berperan penting membangun citra positif pemerintah dan berkemampuan membangun komunikasi secara timbal balik, melaksanakan kegiatan secara terrencana, memahami visi, misi dan budaya pemerintah serta memahami dan mampu menjawab kepentingan public,” ujarnya.
“Atas kemampuan humas pemerintah tersebut akan terpelihara saling pengertian, saling percaya dan tercipta kerjasama dengan baik sehingga pada akhirnya Humas itu dapat dijadikan sebagai expert preciber communication, problem solving process facilitator, communication facilitator dan technician communication,” ujarnya. (W.War/W3z)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s